Your Ad Here

Selasa, 07 April 2009

Statistik Uji z, T pada Model GARCH/ EGARCH dg Eviews

Melanjutkan pertanyaan dari Sohib Mahasiswa di Perguruan Tinggi di Surabaya tentang Pengertian Statistik Uji z dan Statistik Uji T.

Saya mencoba menjawab secara ringkas berkaitan dengan hal itu.

Model GARCH.

Misalkan model GARCH(1,1):

Persamaan pertama adalah mean equation dan persamaan ke dua adalah varians equation. Misalkan Rt adalah first difference Log S&P500 (DLOG(SPX)) dan hasil output Eviews adalah:

Model GARCH tersebut mengasumsikan errornya berdistribusi normal, sehingga untuk menguji signifikansi baik pada masing- masing koefisien pada mean equation maupun varians equation dengan mengunakan statistik uji z. Dengan mengunakan tingkat kesalahan (alpa-5%) maka, semua koefisien baik mean equation maupun varians equation menunjukkan sangat signifikan (p-value kurang dari 5%). Oleh karena itu, perilaku indek S&P 500 dapat dijelaskan dengan model GARCH(1,1).


Model EGARCH.

Misalnya model Exponensial GARCH (1,1):

dimana St=nilai index S&P 500 dan diperoleh output:

bila model EGARCH ini mengasumsikan erorrnya berdistribusi students, maka untuk menguji koefisien pada mean equation dan varians equation dg Statistik Uji z (standarized distribution). Melihat p-value dari statistik uji z masing- masing koefisien pada mean equation maupun varians equation sangat signifikan (lebih kecil dari 5%).

Sadangkan nilai Statistik Uji T-DIST menunjukkan bahwa relative kecil nilai tersebut menununjkkan bahwa distribusi standarized error berasal dari distribusi normal.

Sumber: Eviews User Guide

47 komentar:

  1. saya mahasiswa Universitas Pelita Harapan
    Pak sanjoyo, saya ingin tanya..
    kalo data dengan garch diuji ternyata tidak signifikan karena variansnya lebih besar dari 5%. itu kia bagaimana menjelaskan datanya ya?
    dengan teori apa mendukungnya? thx :)

    BalasHapus
  2. @Anonim,

    Untuk mendapatkan model yang pas memang harus coba-coba;
    1. Model ARCH dengan berbagai lag nya
    2. Model GARCH dengan berbagai lag (baik dg/ tanpa AR)
    3. Model EGARCH
    4. Model M-ARCH

    dan berbagai model yang tersedia di Eviews.

    BalasHapus
  3. Pak,saya dari Universitas Indonesia, untuk menganalisa ARIMA dengan data saham dari LQ45, apakah saya harus buat dulu return saham itu dengan LN atau Log sebelum saya kerjakan perhitungannya dengan menggunakan EViews?

    BalasHapus
  4. @Anomin

    Ass.

    Apabila akan membuat model harga suatu saham atau indeks LQ45 dengan ARIMA maka asumsi data tersebut harus stasioner. Jadi Uji dahulu stasioneritas data tersebut, jika non-stasioner lakukan first difference, kemudian modelkan dengan ARIMA.

    Namun, kita memodelkan model CAPM yaitu datanya adalah return saham rt=(pt - pt-1 + deviden)/ pt-1) dan karena nilai tersebut sudah dalam persentase maka tak perlu ditransformasi dg LN atau log.

    Wass.

    BalasHapus
  5. saya fajar dari alumnus sekolah tinggi ilmu statistik semua pengujian signifikansi koefisien pada semua model ekonometrika terlebih dahulu harus diuji kenormalan residual dari model yang dibangun. karena melalui pendekatan paramterik.

    Oleh karena itu perlu adanya ekonometrika non parametrik untuk memback up permasalahan jika eror dari model non normal

    BalasHapus
  6. Mas Fajar,

    Ass.
    Saya sangat senang apabila Mas Fajar dapat berkontribusi tulisan-tulisan berkaitan dengan Ekonometrika baik yang parametrik maupun yang non parametrik untuk di-posting di Blog ini.

    Wass.

    BalasHapus
  7. perkenalkan saya henokh, mahasiswa yg belajar ekonometrika. gini mas, aku mau tanya :

    1. kalau menentukan interval lag cointegration di EViews berdasarkan apa ya? di Eviews tertulis 1 1 maksudnya?
    kalo didapat 1 atau 2 cointegration maksudnya apa (interpretasinya)?
    terima kasih.

    BalasHapus
  8. @Henokh,

    Ass.
    Lag dalam boleh Anda tentukan antara 1 s/d 3. dan 1 1 artinya lag 1, 1 2 bearti terdapat lag 1 dan 2.

    2 cointegration berarti ada 2 vektor yang terkointegrasi.

    Wass.

    BalasHapus
  9. Makasih Mas Sanjoyo, atas tangapannya.

    ini aku mau tanya lagi, kalau 2 terkointegrasi maksudnya apa? kalau 1 vektor terkointegrasi maksudnya apa? o ya disini hanya 2 variabel yg di uji.
    terima kasih

    wass.

    BalasHapus
  10. @Henokh,

    Ass.
    misalkan 2 var X dan Y;
    jika persamaan satu X=a + bY
    persamaan dua Y=c + dX.

    maka 1 vektor terkointegrasi maka ada 1 persamaan diatas yang terkointegrasi, jika 2 vektor terkointegrasi maka kedua persamaan tersebut terkointegrasi.

    Wass.

    BalasHapus
  11. Ass. Wr. Wb.
    Saya mahasiswi sekolah Tinggi Ilmu Statistik.
    Saya mau tanya pak,,,
    Adakah perbedaan perlakuan baik pada rumus uji-uji pada analisis regresi data panel atau cara run di eviews untuk data unbalance.
    karena waktu saya hitung manual untuk uji F, hasilnya tidak sama dengan yang dikeluarkan oleh eviews....
    Dan tolong rekomendasikan juga buku apa yang harus saya baca mengenai data panel yang unbalance...
    Terima kasih

    BalasHapus
  12. saya mencari kecenderungan hasil belajar, mohon sarannya, rumus apa yang di gunakan beserta penjelasnnya atau sumbernya, terima kasih

    BalasHapus
  13. @Mahasiwa STIS,
    Eviews sudah melakukan adjusted untuk unbalance panel pada rumus rumus perhitungannya, namun untuk melihat time effect belum bisa di-adjusted.

    Lihat buku Econometric analysis of panel data oleh Baltagi.
    Wass.

    BalasHapus
  14. @Moh Basri,
    mungkin langkah pertama adalah landasan teori ttg ilmu kependidikan berkaitan denga faktor faktor yang mempengaruhi hasil belajar.

    Setelah diperoleh model teorinya baru gunakan ekonometrika untuk komputasi model tersebut.

    Wass.

    BalasHapus
  15. Pak, saya sedang menulis tugas akhir tentang pengaruh marketing mix terhadap kepuasan pelanggan. Untuk mengetahui pengaruhnya secara parsial kita menggunakan uji apa? Benarkah uji F digunakan untuk mengetahui pengaruhnya secara simultan dan uji T digunakan untuk mengetahui pengaruhnya secara parsial? Bagaimana cara mengujinya dengan SPSS? Sebab, kalau saya baca di buku, uji T digunakan untuk mengetahui apakah nilai tengah suatu data sesuai dengan perkiraan kita. Saya jadi bingung. Mohon penjelasannya. Terima kasih..

    BalasHapus
  16. @Anonim,
    Benar, dalam model regresi linier: uji t untuk mengetahui pengaruh parsial dan uji F untuk keseluruhan variabel eksogen.

    Benar juga kita gunakan uji t utk menguji apakah nilai rata-rata suatu sample sama denga populasinya utk standar deviasinya tak diketahui (jika standar deviasi diketahui gunakan uji z)

    Jika untuk analisa Anda gunakan uji t yang pertama di atas.

    Wass

    Sanjoyo

    BalasHapus
  17. Malam Pak, saya mahasiswa UI yg sedang menyusun tugas akhir. Pertanyaan saya: dalam model penelitian saya menggunakan beberapa variabel interaksi antara UE dengan variabel lainnya MVBV, LMV , dll akibatnya stl saya buat matriks korelasinya ternyata terdapat korelasi yg signifikan>0,8 antara variabel UE dgn UE*MVBV, UE*LMV, dan variabel interaksi lainnya. Apa yg hrs saya lakukan utk mengatasi multikol tsb? Apakah menganut "do nothing" karena ini memang nature dari variabel interaksi? Adakah cara lain utk menguji multikol dgn lbh spesifik di eviews selain menggunakan matriks korelasi?


    Terimakasih banyak,

    Feli

    BalasHapus
  18. @Feli,
    Ya, perlu menganut do nothing karena sudah naturenya adanya varibel interaksi tersebut. Mudah2an pengujian hipotesis varibel interkasi tersebut signifikan.

    Salam
    Sanjoyo

    BalasHapus
  19. Selamat sore pak saya mahasiswi sedang skripsi, menanyakan apakah bisa atau benar bila penelitian dengan variabel pemoderasi memakai analisis path metode trimming.thx

    BalasHapus
  20. Siang pak, saya mahasiswi dari universitas mulawarman..
    Saya ingin tanya tentang materi dlm model arch dan garch,juga dalam aplikasinya bagaimana pak...
    Terima kasih...

    BalasHapus
  21. @Mahasiswi Un. Mulawarman
    Lihat tulisan saya di blog ini. lihat daftar isi, silahkan download materi ekonometrika-- ARCH and Garch.

    Salam
    Sanjoyo

    BalasHapus
  22. @Dominique,
    ya, mungkin bisa juga dengan path analisis dengan memasukkan var permoderasi dan dengan trimming utk melakukan drop suatu variabel yang tidak signifikan.

    Salam
    Sanjoyo

    BalasHapus
  23. Bapak, saya mau tanya, saya sudah menguji data sampai mendapatkan orde ARIMA nya. Menurut dosen saya, langkah selanjutnya adalah menentukan ARCH/GARCH. Yang ingin saya tanyakan, kapan kah suatu data dianggap mengandung ARCH? atau kapan kah suatu dianggap mengandung GARCH? Tks

    BalasHapus
  24. Selamat malam Pak Sanjoyo,,
    saya Inne mahasiswi Unair tingkah akhir,
    saya sedang membuat penelitian analisis pengaruh Financial Openness thd TFP menggunakan VAR.
    ada yang saya bingungkan disini,,
    apa GRANGER Causality hny diperuntukkan untuk data2 yang telah stasioner pd tingkat level?
    lalu kapan sbnrnya pemilihan VECM diputuskan?
    dari 2 variabel yng saya gunakan, yang satu stasioner pd tingkat level, dan yang satunya 1st difference.
    apa bisa saya menggunakan granger saja, tanpa perlu VECM?

    terimakasih Bapak,, atas perhatiannya..
    selamat malam...

    BalasHapus
  25. Pak, mhn pencerahan.
    Saya meregres 300 data time series (linier), hasil R kuadratnya hanya 29%, apakah model tersebut tetap bisa dipakai? Sudah saya otak-atik (termasuk membuang data outlier) ternyata harganya masih dibawah 50%, mhn solusi...tks
    =wiwid=

    BalasHapus
  26. pak, kalau kita yakin sampel kita ada asumsi2 tertentu dalam memilihnya, misalnya outlier dihilangkan kemudian saat pemilihan sample saya cari datanya yang tidak aneh dalam arti untuk menghasilkan hasil yang bagus dan sesuai dgn penelitian sebelumnya, berarti kan bukan metode random/ acak melainkan fixed.Pertanyaan pertama, bisa gak saya jadikan acuan itu untuk menjadikan fixed effect lebih baik dalam skripsi saya? skripsi sy mengenai pengaruh rasio keuangan terhadap return saham pada 23 perusahaan non-financial di LQ-45. Jadi di random, hasil prob F tidak signifikan jauh sekali dan banyak yang tidak signifikan(tidak sesuai penelitian sebelumnya dan teori yang sebenarnya). Sedangkan di fixed effect hasilnya bagus semua, prob. F nya juga signifikan. secara teori kan lebih baik hasil di fixed effect. Lalu pertanyaan saya yang kedua, untuk mengetahui apakah error berpengaruh terhadap variabel bebas, pakai apa di eviews dan asumsinya namanya apa pak? untuk panel data susah untuk memenuhi asumsi itu ya pak? pertanyaan ketiga, referensi untuk menyatakan judgement bahwa fixed effect bisa aja dipilih walaupun hasil uji hausmann terpilihnya random effect apa ya pak? bukunya ada gak? atau jurnalnya gitu pak? soalnya saya baru menemukannya di gujarati sama di Judge(1980). ada lagi gak ya pak referensi yang menguatkan saya pakai fixed effect daripada random effect? Mohon bantuannya mengenai referensi pak, soalnya temen saya pernah punya masalah ketika sidang karena masalah ini juga.. makasih banyak pak,,

    BalasHapus
  27. @Place to Share,

    Anda perlu mencoba- coba kedua model tersebut baik ARCH maupun Garch... pilih yang dapat menjelaskan/ sesuai dengan teori ekonominya.

    Wasalam

    BalasHapus
  28. @Inne- UNAIR

    Granger Causality dari teori enggel-granger mensyaratkan varibelnya adalah stasioner. jadi jika tidak stasioner perlu distasionerkan dengan cara 1st different atau dikonversikan dengan variabel lain mis GDP (tidakstasioner) menjadi econ growth (stasioner).

    ECM (2 varibel) atau VECM (lebih 2 variabel) untuk melihat bagaimana pengaruh jangka panjang terhadap jangka pendek. (lihat hand out di blok ini tentang Timeseries-VAR.

    Wassalam

    BalasHapus
  29. Aslm. salam kenal, pak. Saya Bayu mahasiswa dari STIS. Saat ini sdg mengerjakan skripsi. Saya membandingkan metode ARIMA dan double exponential. Dalam penentuan model terbaik dilihat nilai MSE, MAD, MPE, dan MAPE yang terkecil. Masalah yag saya dapatka adalah untuk MSE dan MAD dari ARIMA lbh kecil dbandingkn double exponential, sedangkan untuk MPE dan MAPE dari double exponential lebih kecil dbndingkn ARIMA. Pertanyaanya:
    1. Bagaimana cara menentukan model mana yang terbaik? Apakah ada kriteria lain?
    2. APakah ada penjelasan mengenai MSE dan MAD yang tingkat akurasinya lebih powerfull daripada MPE dan MAPE sehingga dalam kasus di atas ARIMA lbh baik dibandingkn double exponential?
    Klo bisa saya juga minta referensinya, pak. yang menjelaskan keunggulan masing-masing kriteria MSE, MAD, MPE, dan MAPE.
    Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih byk, pak. Wasalam.

    BalasHapus
  30. salam kenal pak..
    saya christin, mahsiswi yg sedang skripsi tentang analisa weekend effect saham ptmbangan..
    sampel saya tdpt 5 perusahaan yg saya teliti dr return sahamnya dari thun 2005-2007.
    mnurut Bapak,apakah saya tepat memilih model GARCH utk meneliti topik ini??
    dengan model GARCH apakah boleh jika return perusahaan masing2 dr tahun2005-2007 saya rata2kan menjadi 1 yaitu return saham ptmbangan atau harus saya teliti satu per satu perusahaan?

    untuk rumus returnnya saya menggunakan =Ln(Pt- Pt-1)...suda benar belum ya,pak??
    terima kasih..

    BalasHapus
  31. Aslm pak, salam kenal pak.saya mau minta penjelasan lengkap dari model garch?kalo bapak tau sumber2nya dari internet kalo ada.

    BalasHapus
  32. aslm pak.. salam kenal...
    saya mau nanya, cara ngolah data pake model korelasi dengan eviews gmn? dan cara baca hasilnya gmn?? terima kasih....

    BalasHapus
  33. Pak,..maaf pertanyaannya mungkin sedikit aneh,..
    apa bedanya ordinary least square dengan multiple regression atau single regression. Matur nuwun sebelumnya.

    BalasHapus
  34. @Nurmala,
    single regresi adalah model hubungan antar dua variabel (independen dan dependen), sedangkan multiple regresi variabel dependennya lebih dari satu.
    OLS adalah salah satu metoda estimasi koefosien regresi.

    Sakam

    sanjoyo

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. assalamualaikum pak,..
    saya mahasiswa bandung sedang menggarap tentang IGARCH. Tapi saya belum menemukan tulisan secara khusus yang membahas banyak tentang IGARCH, estimasi parameternya dan sebagainya,..
    kl bapak berkenan, mohon bantuannya untuk sumber2 atau kl bapak punya waktu mohon dijelaskan tentang IGARH ini. terima kasih sebelumnya,....

    BalasHapus
  37. salam pak..
    saya rizal mahasiswa universitas pendidikan indonesia.,
    maaf pak kalo boleh minta sumber2 untuk referensi mengenai materi peta kendali multivariat Z-chart untuk proses autokorelasi,, atau jika berkenan bapak bisa menjelaskannya kepada saya...
    terimakasih pak,,

    BalasHapus
  38. slm kenal pak..
    sya seorang mahasiswa yg mngerjkn tgs akhr.
    ketika pakai software eviews model egarch.apakah bentuk umumnnya sperti diatas?
    klo misalnya bntuk umumnya menurut Tsay (2002) gmn caranya pak?
    terima kasih..

    BalasHapus
  39. sumber referensi chow test untuk menguji common dgn fixed effect itu dari mana???
    coba tinjau kembali....
    chow test itu untuk sama saja menguji dua persamaan dengan sampel yang berbeda??
    misalkan dari grup 1: y = a+bx
    grup 2: y = a+bx
    persamaan sama mengandung var y dan x yang sama.
    terus uji chow itu untuk menguji apakah ada perbedaan koefisien regresi tidak antara pers1 dengan pers2 alias ada perbedaan koefisien antara grup 1 dgn grup2?

    mohon yang jelas referensinya, jangan MENYESATKAN!!

    BalasHapus
  40. sumber referensi chow test untuk menguji common dgn fixed effect itu dari mana???
    coba tinjau kembali....
    chow test itu untuk sama saja menguji dua persamaan dengan sampel yang berbeda??
    misalkan dari grup 1: y = a+bx
    grup 2: y = a+bx
    persamaan sama mengandung var y dan x yang sama.
    terus uji chow itu untuk menguji apakah ada perbedaan koefisien regresi tidak antara pers1 dengan pers2 alias ada perbedaan koefisien antara grup 1 dgn grup2?

    mohon penjelasannya/referensinya, makasih sebelumnya. maaf kalau ada salah kata.

    BalasHapus
  41. pembahsan yang bagus ne.,,,,
    nice Pak :)
    coba mampir di Blog saya hidayat.co.cc
    ada pembahsan tentang sputar ekonometrika dan eviewsnya yg di sertai gambar :)

    BalasHapus
  42. pa, sya mau tanya kalo hasil garch itu bisa tidak memakai tingkat signifkan 1%, 5% dan 10% sekaligus atau dengan kata lain tingkat signifikan nya berbeda2. soalnya saya liat d jurnal asing bisa. knp? trima ksh

    BalasHapus
  43. Pak saya mau tanya mengenai perhitungan manual metode likelihood?

    BalasHapus
  44. pak saya mau tanya tentang penerapan pada eviews untuk mengatsi multikol.trima ksh

    BalasHapus
  45. pak, saya mahasiswa UNDIP yang sedang mengerjakan tugas akhir. Saya mau tanya bagaimana langkah-langkah uji efek asimetris menggunakan eviews?

    BalasHapus
  46. aslm..
    pak, saya sita mhasiswi UNSOED sedang membuat jurnal..saya menguji peran PAD dan DAU terhadap Belanja Daerah di Kab/Kota Jateng dengan Data Panel. Untuk menguji kelambanan (lag) bagaimana tahapannya dalam eviews?
    apakah kita harus melakukan uji kelambanan (lag) pada masing-masing kabupaten (di uji kelambanannya satu-persatu)?

    mhon petujuk reverensi buku yg bisa saya baca.

    trima kasih..wass

    BalasHapus
  47. pak, saya mahasiswa UNS sedang mengerjakan tugas akhir. Model terbaik saya ARCH(1) akan tetapi tidak normal, dan agar normal salah satunya dengan distribusi t. Saya mau menanyakan bagaimana langkah-langkah ditribusi t menggunakan eviews agar model ARCH(1) normal ?

    BalasHapus

Kembali ke Blog: